LAPORAN MINI RISET
MK. MENYIMAK APRESIATIF DAN KREATIF
PRODI S1 PBSI - FBS
MENYIMAK DAN MENGANALISIS FILM “AIR MATA
SURGA”

NAMA
MAHASISWA : MIA
NUR'AINI SIREGAR
NIM : 2192111003
DOSEN
PENGAMPU : Dr. Mohammad Joharis,
M.Pd.
MATA
KULIAH : Menyimak Apresiatif dan Kreatif
JURUSAN
BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
PROGRAM
STUDI S1 PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS
BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS
NEGERI MEDAN
MEDAN
2020
2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur
senantiasa kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang menciptakan
seluruh alam semesta, karena rahmat, taufik serta hidayah-Nya sehingga Laporan Mini Riset
mata kuliah Menyimak Apresiatif dan Kreatif
ini dapat diselesaikan dengan tepat waktu.
Pada kesempatan
ini saya sebagai penyusun Laporan Mini
Riset mengucapkan terima kasih kepada :
1.
Kedua orang tua
saya yang selalu mendukung dan membantu saya dalam menyelesaikan tugas-tugas
kuliah saya.
2.
Bapak Dr. Mohammad Joharis, M. Pd.
selaku dosen pengampu mata kuliah Menyimak
Apresiatif dan Kreatif yang telah memberikan tugas Mini Riset kepada saya.
3.
Saya mengucapkan terima
kasih kepada semua pihak yang telah membantu saya dalam pembuatan Laporan Mini Riset.
Saya menyadari
bahwa dalam penyusunan Laporan Mini Riset
ini tidak terlepas dari kesalahan dan sangat jauh dari sempurna. Oleh sebab
itu, saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi
sempurnanya Laporan Mini Riset
ini.
Saya berharap
semoga Laporan Mini Riset
ini dapat digunakan sebagaimana mestinya dan dapat memberikan manfaat bagi kita
semua. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kita
semua.
Medan Mei 2020
Medan Mei 2020
Mia Nur’aini Siregar
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR....................................................................................... i
DAFTAR
ISI...................................................................................................... ii
BAB
I. PENDAHULUAN................................................................................. 1
A.
Latar Belakang..................................................................................... 1
B.
Tujuan Penelitian.................................................................................. 2
C. Manfaat Penelitian................................................................................ 2
BAB
II.
TINJAUAN PUSTAKA...................................................................... 3
BAB
III.
METODE PELAKSANAAN............................................................ 5
A. Waktu Penelitian.................................................................................. 5
B. Subjek Penelitian.................................................................................. 5
C.
Teknik Analisis Data............................................................................ 5
BAB
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN.......................................................... 6
A. Hasil.................................................................................................... 6
B. Pembahasan..........................................................................................7
BAB
V. PENUTUP............................................................................................ 10
A. Simpulan...............................................................................................10
B. Saran..................................................................................................... 10
DAFTAR
PUSTAKA........................................................................................ 11
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Keterampilan berbahasa (Language Skills) meliputi empat
keterampilan dasar, yaitu keterampilan menyimak (Listening Skills), keterampilan berbicara (Speaking Skills), keterampilan membaca (Reading Skills) dan keterampilan menulis (Writing Skills). Keempat hubungan itu memiliki hubungan yang sangat
erat antara yang satu dengan yang lainnya.
Menurut Henry Guntur Tarigan (2008:2)
menyatakan bahwa menyimak dan berbicara kita pelajari sebelum memasuki sekolah,
sedangkan membaca dan menulis dipelajari di sekolah. Keempat keterampilan
tersebut pada dasarnya merupakan satu kesatuan yang disebut Caturtunggal.
Menyimak sebagai keterampilan berbahasa
yang pertama kali dikuasai seseorang mempunyai peranan penting sebagai awal
dari keterampilan-keterampilan berbahasa yang lainnya. Pada saat seorang bayi
belajar berbicara, dia menyimak bunyi-bunyi yang ia dengar, kemudian ia
berusaha menirukannya walaupun belum mengerti makna bunyi-bunyi tersebut.
Keterampilan menyimak berperan penting dalam mempelajari banyak hal, apalagi di
dunia pendidikan. Setiap pelajaran di sekolah memerlukan keterampilan menyimak.
Guru yang menyampaikan ilmunya melalui lisan dan siswa yang menyimak guru.
Dalam kegiatan menyimak harus memiliki
media pembelajaran, agar kegiatan menyimak dan kegiatan pembelajaran menjadi
lebih bervariasi. Menurut Oemar Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian
media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat meningkatkan minat baru,
membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan membawa pengaruh
psikologis terhadap siswa. Media pembelajaran bisa berupa Audio, Visual, maupun
Audio Visual.
Dalam penelitian ini akan dibahas
menyimak melalui sebuah film. Film merupakan hasil cipta karya seni yang
memiliki kelengkapan dari beberapa unsur seni untuk melengkapi kebutuhan yang
sifatnya spiritual. Unsur seni yang ada dan menunjang sebuah fil antara lain
seni rupa, seni fotografi, seni arsitektur, seni tari, seni puisi sastra, seni
teater, seni musik, seni pantonim dan juga novel. Film merupakan media
pembelajaran yang berupa audio visual.
B.
Tujuan
Penelitian
1.
Untuk memaparkan
hasil analisis tentang menyimak film “Air Mata Surga”
2.
Untuk menjelaskan hasil
penelitian
C. Manfaat Penelitian
- Dapat mengetahui hasil analisis tentang film “Air
Mata Surga”
- Dapat memahami isi dari film “Air Mata Surga”
BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA
Menyimak sebagai keterampilan berbahasa
yang pertama kali dikuasai seseorang mempunyai peranan penting sebagai awal
dari keterampilan-keterampilan berbahasa yang lainnya. Pada saat seorang bayi
belajar berbicara, dia menyimak bunyi-bunyi yang ia dengar, kemudian ia
berusaha menirukannya walaupun belum mengerti makna bunyi-bunyi tersebut.
Keterampilan menyimak berperan penting dalam mempelajari banyak hal, apalagi di
dunia pendidikan. Setiap pelajaran di sekolah memerlukan keterampilan menyimak.
Guru yang menyampaikan ilmunya melalui lisan dan siswa yang menyimak guru.
Dalam kegiatan menyimak harus memiliki
media pembelajaran, agar kegiatan menyimak dan kegiatan pembelajaran menjadi
lebih bervariasi. Menurut Oemar Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian
media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat meningkatkan minat baru,
membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan membawa pengaruh
psikologis terhadap siswa. Media pembelajaran bisa berupa Audio, Visual, maupun
Audio Visual.
Film
(cinema) asalnya dari kata “cinematographie”
yang memiliki arti cinema (gerak), tho atau phytos (cahaya), dan graphie atau
grhap (tulisan, gambar, citra). Sehingga bisa diartikan
Film merupakan mewujudkan gerak dengan cahaya. Mewujudkan atau Melukis gerak
dengan cahaya tersebut menggunakan alat khusus, seringkali alat yang digunakan
adalah kamera.
Definisi lain
dari film yakni, Film merupakan hasil cipta karya seni yang memiliki
kelengkapan dari beberapa unsur seni untuk melengkapi kebutuhan yang sifatnya
spiritual. Unsur seni yang ada dan menujang sebuah film antara lain seni rupa,
seni fotografi, seni arsitektur, seni tari, seni puisi sastra, seni teater,
seni musik, seni pantonim dan juga novel.
KBBI (Kamus
Besar Bahasa Indonesia) Pengertian
film menurut KBBi adalah selaput tipis yang dibuat dari seluloid untuk tempat
gambar negatif (yang akan dibuat potret) atau untuk tempat gambar positif (yang
akan dimainkan di bioskop).
Fungsi
Film
Seringkali film ditontoh untuk
menjadi hiburan. Tetapi fungsi sebenarnya dalam film antara lain fungsi
informatif, edukatif, dan juga persuasif. Film nasional fungsinya sebagai media
edukatif untuk sebagai pembinaan generasi muda dalam rangka nation and character
building.
Jenis-Jenis
Film
Jenis-jenis dari film adalah
sebagai berikut:
- Film
Cerita
- Film
Berita
- Film
Dokumenter
- Film
Kartun
Unsur-Unsur
Film
Unsur-unsur dari film adalah
sebagai berikut:
- Produser
- Sutradara
- Penulis
Skenario
- Penata
Kamera (Kameramen)
- Penata
Artistik (Art Director)
- Penata
Musik
- Editor
- Pengisi
dan penata suara
- Pemeran
(aktris dan aktor)
BAB III
METODE
PELAKSANAAN
A.
Waktu Pelaksanaan
Kegiatan analisis ini dilakukan pada tanggal 23 Mei 2020.
B.
Subjek Penelitian
Kegiatan analisis ini menggunakan subjek sebuah film,
yaitu film yang berjudul “Air Mata Surga”
C.
Teknik Analisis Data
Kegiatan ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif,
yaitu dengan menganalisis data/film yang ada lalu akan dibentuk menjadi sebuah
teori atau penjelasan.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.
Hasil
Identitas film
“Air Mata Surga” :
Sutradara :
Hestu Saputra
Produser :
Lela Tresna
Agung Saputra
Dave Gerald
Penulis :
Rahabi Mandra
Titien Wattimena
Lintang Pramudya
Pemeran :
Dewi Sandra (sebagai Fisha)
Richard Kevin (sebagai Fikri)
Morgan Oey (sebagai Hamzah)
Tanggal Rilis :
22 Oktober 2015
Durasi :
90 Menit
Negara :
Indonesia
Bahasa :
Bahasa Indonesia
Sinopsis Film:
Film diawali
dengan adegan drama yang tegang, seorang perempuan bernama Fisha (Dewi Sandra)
mengajukan proposal tesis pascasarjana disalah satu kampus di Yogyakarta. Dia
bisa tersenyum karena proposalnya diterima oleh dosen pemeriksa.
Setelah itu, dia
mendapat tugas baru agar menghubungi seorang dosen pembimbing tesisnya bernama
Fikri (Richard Kevin). Namun, tak mudah Fisha bisa bertemu langsung Fikri.
Pasalnya, dosen pembimbing itu tinggal
di Jakarta.
Fisha pakai
segala cara agar bisa menghubungi Fikri. Pada akhirnya, Fikri membalas surat
elektronik Fisha dan meminta bertemu di Jakarta. Fisha pun langsung berangkat
ke Jakarta dari Jogja menggunakan kereta api.
Sesampainya di
kantor Fikri, Fisha langung mengagumi desain ruangan kantor Fikri yang tidak
ada kursi dan meja. Yang tampak mencolok hanya sajadah yang tergelar menghadap
kiblat.
Perbincangan
selesai, Fisha langsung bertolak kembali ke Jogja. Namun, alangkah terkejut
saat ada surat dari teman kecilnya, Hamzah (Morgan Oey) yang mengajaknya
menikah. Fisha pun labil karena selama ini Hamzah sudah seperti kakaknya.
Di saat Fisha
bimbang dengan lamaran Hamzah, dosen pembimbing tiba-tiba datang ke Jogja dan
menemui keluarga Fisha untuk bicara pernikahan. Meski intesitas pertemuan tak
sampai satu hari, mereka pun akhirnya menikah di Jakarta.
Konflik mulai
muncul setelah mereka menikah. Hubungan Fisha dengan ibunda Fikri, Halimah
(Roweina), kurang harmonis. Masalahnya Halimah sudah lama ingin menjodohkan
Fikri dengan perempuan pilihannya, Riri (Imaz Fitria), anak sahabat almarhum
suaminya.
Apalagi bahtera
rumah tangga Fisha juga menghadapi cobaan. Dia alami keguguran dua kali hingga
tak jua mendapatkan seorang anak. Tentu sedih dan terpukul, apalagi suami Fisha
diminta mertuanya untuk menceraikannya.
B.
Pembahasan
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan maka dapat
disimpulkan bahwa Film ini menceritakan tentang seorang perempuan bernama fisha
yang sedang berjuang demi pendidikannya. Pada film ini fisha mengajukan
proposal tesis pascasarjana disalah satu kampus di Jogyakarta, dan proposalnya
pun diterima. Setelah itu, dia mendapat tugas untuk menemui dosen pembimbingnya
yang berada di Jakarta. Setelah dia mendapatkan persetujuan dari dosen
pembimbingnya (Fikri), ia pun langsung kembali lagi ke Jogja. Pada saat dia
sudah kembali ke Jogja, dia mendapat surat dari teman kecilnya yaitu Hamzah,
surat itu berisi ajakan untuk menikah, tetapi Fisha masih labil atas ajakan
tersebut. Disaat Fisha bimbang dengan lamaran Hamzah, tiba-tiba dosen
pembimbingnya (Fikri) datang ke Jogja dan menemui keluarga Fisha untuk
membicarakan tentang pernikahan dan belum satu hari pertemuan mereka, akhirnya
mereka pun menikah. Setelah menikah konflik pun mulai muncul. Hal ini
dikarenakan hubungan antara Ibunda Fikri (Halima) dengan Fisha kurang harmonis.
Hal ini disebabkan karena Ibunda Fikri tidak setuju jika Fikri menikah dengan
Fisha, karena Ibunda Fikri sudah berencana untuk menikahkan Fikri dengan anak
sahabat almarhum suaminya. Dalam rumah tangganya Fisha menghadapi berbagai
cobaan. Ia mengalami keguguran dua kali hingga tak juga mendapatkan anak dan
Ibu mertua Fisha meminta kepada suami Fisha untuk menceraikan dirinya, hal itu
membuat Fisha sedih dan sangat terpukul.
BAB V
PENUTUP
A. Simpulan
Keterampilan menyimak berperan penting
dalam mempelajari banyak hal, apalagi di dunia pendidikan. Setiap pelajaran di
sekolah memerlukan keterampilan menyimak. Guru yang menyampaikan ilmunya
melalui lisan dan siswa yang menyimak guru.
Dalam kegiatan menyimak harus memiliki
media pembelajaran, agar kegiatan menyimak dan kegiatan pembelajaran menjadi
lebih bervariasi. Menurut Oemar Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian
media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat meningkatkan minat baru,
membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan membawa pengaruh
psikologis terhadap siswa. Media pembelajaran bisa berupa Audio, Visual, maupun
Audio Visual.
Film merupakan
hasil cipta karya seni yang memiliki kelengkapan dari beberapa unsur seni untuk
melengkapi kebutuhan yang sifatnya spiritual. Unsur seni yang ada dan menujang
sebuah film antara lain seni rupa, seni fotografi, seni arsitektur, seni tari,
seni puisi sastra, seni teater, seni musik, seni pantonim dan juga novel.
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan maka dapat
disimpulkan bahwa Film ini menceritakan tentang seorang perempuan bernama fisha
yang sedang berjuang demi pendidikannya. Pada film ini fisha mengajukan
proposal tesis pascasarjana disalah satu kampus di Jogyakarta, dan proposalnya
pun diterima. Setelah itu, dia mendapat tugas untuk menemui dosen pembimbingnya
yang berada di Jakarta. Setelah dia mendapatkan persetujuan dari dosen
pembimbingnya (Fikri), ia pun langsung kembali lagi ke Jogja. Pada saat dia
sudah kembali ke Jogja, dia mendapat surat dari teman kecilnya yaitu Hamzah,
surat itu berisi ajakan untuk menikah, tetapi Fisha masih labil atas ajakan
tersebut. Disaat Fisha bimbang dengan lamaran Hamzah, tiba-tiba dosen
pembimbingnya (Fikri) datang ke Jogja dan menemui keluarga Fisha untuk
membicarakan tentang pernikahan dan belum satu hari pertemuan mereka, akhirnya
mereka pun menikah. Setelah menikah konflik pun mulai muncul. Hal ini
dikarenakan hubungan antara Ibunda Fikri (Halima) dengan Fisha kurang harmonis.
Hal ini disebabkan karena Ibunda Fikri tidak setuju jika Fikri menikah dengan
Fisha, karena Ibunda Fikri sudah berencana untuk menikahkan Fikri dengan anak
sahabat almarhum suaminya. Dalam rumah tangganya Fisha menghadapi berbagai
cobaan. Ia mengalami keguguran dua kali hingga tak juga mendapatkan anak dan Ibu
mertua Fisha meminta kepada suami Fisha untuk menceraikan dirinya, hal itu
membuat Fisha sedih dan sangat terpukul.
B.
Saran
Pada kesempatan ini diharapkan guru dapat menentukan
media pembelajaran yang sesuai dalam kegiatan pembelajaran, agar peserta didik
tidak merasa bosan dan penulis berharap semoga laporan ini bermanfaat bagi para
pembaca.
DAFTAR PUSTAKA
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Air_Mata_Surga
http://eprints.uny.ac.id/13992/1/Bab%20I
https://www.seputarpengetahuan.co.id/2017/10/pengertian-film-sejarah-fungsi-jenis-jenis-unsur.html
http://pascaunesa2011.blogspot.com/2012/01/film-sebagai-media-pembelajaran-bahasa.html
Comments
Post a Comment