LAPORAN MINI RISET
Mata Kuliah Menyimak Apresiatif dan Kreatif
NAMA MAHASISWA : HOTMARINGAN SITUMORANG
NIM : 2193111041
DOSEN PENGAMPU : Dr. Mohammad Joharis, M.Pd.
MATA KULIAH : MENYIMAK APRESIATIF dan KREATIF
Pada kesempatan ini saya sebagai penyusun Laporan Mini Riset mengucapkan terima kasih kepada :
Kedua orang tua saya yang selalu mendukung dalam menyelesaikan tugas ini
Bapak Dr. Mohammad Joharis, M.pd. sebagai dosen pengampu mata kuliah Menyimak Apresiatif dan Kreatif
Saya menyadari bahwa dalam penyusunan Laporan Mini Riset ini tidak terlepas dari kesalahan .Oleh sebab itu, saya sangat mengharapkan kritik dan saran demi menambah pengetahuan penulis dan kita semua.
Medan Mei 2020
Penulis
Menurut Henry Guntur Tarigan (2008:2) menyatakan bahwa menyimak dan berbicara kita pelajari sebelum memasuki sekolah, sedangkan membaca dan menulis dipelajari di sekolah.
Menyimak sebagai keterampilan berbahasa yang pertama kali dikuasai seseorang mempunyai peranan penting sebagai awal dari keterampilan-keterampilan berbahasa yang lainnya. Pada saat seorang bayi belajar berbicara, dia menyimak bunyi-bunyi yang ia dengar, kemudian ia berusaha menirukannya walaupun belum mengerti makna bunyi-bunyi tersebut. Keterampilan menyimak berperan penting dalam mempelajari banyak hal, apalagi di dunia pendidikan. Setiap pelajaran di sekolah memerlukan keterampilan menyimak. Guru yang menyampaikan ilmunya melalui lisan dan siswa yang menyimak guru.
Dalam kegiatan menyimak harus memiliki media pembelajaran, agar kegiatan menyimak dan kegiatan pembelajaran menjadi lebih bervariasi.
Menurut Oemar Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat meningkatkan minat baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan membawa pengaruh psikologis terhadap siswa.
Dalam penelitian ini akan dibahas menyimak melalui sebuah film.
Film merupakan hasil cipta karya seni yang memiliki kelengkapan dari beberapa unsur seni untuk melengkapi kebutuhan yang sifatnya spiritual.
Tujuan Penelitian
Untuk mendapatkan hasil analisis tentang menyimak film yang berjudul 5 cm
Untuk menjelaskan hasil penelitian
Manfaat Penelitian
mengetahui hasil analisis tentang film “ 5 cm”
memahami isi dari film “5 cm”
Dalam kegiatan menyimak harus memiliki media pembelajaran, agar kegiatan menyimak dan kegiatan pembelajaran menjadi lebih bervariasi. Menurut Oemar Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat meningkatkan minat baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan membawa pengaruh psikologis terhadap siswa. Media pembelajaran bisa berupa Audio, Visual, maupun Audio Visual.
Pengertian film
KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Pengertian film menurut KBBi adalah selaput tipis yang dibuat dari seluloid untuk tempat gambar negatif (yang akan dibuat potret) atau untuk tempat gambar positif (yang akan dimainkan di bioskop).
Fungsi Film
Seringkali film ditontoh untuk menjadi hiburan.Film nasional fungsinya sebagai media edukatif untuk sebagai pembinaan generasi muda dalam rangka nation and character building.
Jenis-jenis dari film adalah sebagai berikut:
Film Cerita
Film Berita
Film Dokumenter
Film Kartun
Unsur-unsur dari film adalah sebagai berikut:
Produser
Sutradara
Penulis Skenario
Penata Kamera (Kameramen)
Penata Artistik (Art Director)
Penata Musik
Editor
Pengisi dan penata suara
Pemeran (aktris dan aktor)
Kegiatan untuk menganalisis film yang berjudul 5 cm ini dilakukan pada tanggal 27 Mei 2020.
Subjek Penelitian
film yang berjudul 5 cm
Teknik analisis
Kegiatan ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif, yaitu dengan menganalisis data/film yang ada lalu akan dibentuk menjadi sebuah teori atau penjelasan.
Identitas film “5 cm” :
Sutradara : Rizal Mantovani
Produser : Sunil Soraya
Penulis : Donny dirgantoro
Pemeran : Raline Shah sebagai Riani
Denny Sumargo sebagai Arial
Herjunot Ali sebagai zafran
Fedi Nuril sebagai Genta
Igor Saykoji sebagai lan
Pevita Pearce sebagai Dinda
Negara : Indonesia
Bahasa : Bahasa Indonesia
Sinopsis Film:
Genta (Fedi Nuril), Arial (Denny Sumargo), Zafran (Herjunot Ali), Riani (Raline Shah) dan Ian (Igor Saykoji) adalah lima remaja yang telah menjalin persahabatan sepuluh tahun lamanya. Mereka memiliki karakter yang berbeda-beda. Zafran yang puitis, sedikit "gila", apa adanya, idealis, agak narsis, dan memiliki bakat untuk menjadi orang terkenal. Riani yang merupakan gadis cerdas, cerewet, dan mempunyai ambisi untuk cita-citanya. Genta, pria yang tidak senang mementingkan dirinya sendiri sehingga memiliki jiwa pemimpin dan mampu membuat orang lain nyaman di sekitarnya. Arial, pria termacho di antara pemain lainnya, hobi berolah raga, paling taat aturan, namun paling canggung kenalan dengan wanita. Ian, dia memiliki badan yang paling subur dibandingkan teman-temannya, penggemar indomie dan bola, paling telat wisuda. Ada pula Dinda (Pevita Pearce) yang merupakan adik dari Arial, seorang mahasiswi cantik yang sebenarnya dicintai Zafran.
Suatu hari Genta sebagai leader memiliki ide untuk berpisah sementara selama 3 bulan, dan untuk merayakan reoninan pertemuan mereka kembali, petualangan dimulai. Mereka berlima merasa “jenuh” dengan persahabatan mereka dan akhirnya kelimanya memutuskan untuk berpisah, tidak saling berkomunikasi satu sama lain selama tiga bulan lamanya. Selama tiga bulan berpisah penuh kerinduan, banyak yang terjadi dalam kehidupan mereka berlima, sesuatu yang mengubah diri mereka masing-masing untuk lebih baik dalam menjalani kehidupan.
Setelah tiga bulan berselang mereka berlima pun bertemu kembali dan merayakan pertemuan mereka dengan sebuah perjalanan penuh impian dan tantangan. Mahameru sebagai puncak tertinggi gunung Semeru, puncak tertinggi pulau Jawa, menjadi tempat yang akan tak terlupakan sebagai petualangan mereka.
Wujud sikap persahabatan meraka semakin terasa dalam setiap detik pendakian menuju Mahameru. Beratnya medan dan minimnya pengalaman mereka, sangat membutuhkan sikap yang sebenarnya dari sebuah persahabatan. Mereka dituntut untuk tidak gengsi jika tak kuat melangkah lagi, dan sahabat yang lainnya akan mendekat, menolong, memeluk, seperti ketika Ariel merasa kedinginan yang hebat bagai tertusuk jarum. Seperti ketika Zafran kakinya terluka, semua terluka, Ian yang hampir mati terkena benturan runtuhan batu, semua terluka dan hampir putus asa.
Genta menyerahkan estafet leader kepada Zafran, untuk mencapai Mahameru. Dan Zafran mulai berorasi motivasi semangat dan puitis, “taruh puncak itu, dan kita semua di sini”, biarkan mimpi itu menggantung, sambil meletak jari telunjuk di depan kening dengan jarak 5 cm. Mimpi mencapai Mahameru semakin dekat, dan luar biasa bahagianya mencapai puncak gunung Semeru, Mahameru. Mencapai puncak sebagai simbol impian-impian mereka. Puncak dimana mereka sadar akan kekayaan negeri, Indonesia, dan memacu untuk menjaga dengan segenap kemampuan yang dimiliki. Puncak dimana mereka terkesima melihat “lukisan alam”, mereka merasa kecil dan bersyukur oleh ciptaan sang Pencipta yang Agung.
Tepat tanggal 17 Agustus, seperti di sebagian besar puncak gunung di Indonesia sering diadakan upacara bendera untuk memperingati hari kemerdekaan, mereka berikrar dan bersumpah sebagai anak negeri dan bangsa Indonesia. Mereka sadar bahwa mereka lahir dan besar makan dari tanah Indonesia, minum dari air Indonesia, hidup dari kekayaan alam Indonesia. Hingga akhirnya, Ian sadar dan membatalkan rencananya ingin meneruskan studi di Manchester, England dan memutuskan melanjutkan hidup bersama Indoensia. Dan sebenarnya, “perjalanan menuju Mahameru adalah perjalanan hati”, keyakinan yang kuat dan memandu menapaki hidup yang indah ini.
Pembahasan
lima remaja yang telah menjalin persahabatan sepuluh tahun lamanya. Mereka memiliki karakter yang berbeda-beda
Film ini menjunjung tinggi rasa saling tolong-menolong antara sesama yang dapat kita lihat disaat Ian pingsan tertimpa batu namun sahabat-sahabatnya tetap menolong Ian dan tidak meninggalkannya.Memperkenalkan kepada banyak masyarakat Indonesia akan keindahan dari gunung Semeru.
Kegiatan menyimak berperan penting dalam mempelajari banyak hal, apalagi di dunia pendidikan.
Dalam kegiatan menyimak harus memiliki media pembelajaran, agar kegiatan menyimak dan kegiatan pembelajaran menjadi lebih bervariasi. Media pembelajaran bisa berupa Audio, Visual, maupun Audio Visual.
KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Pengertian film menurut KBBi adalah selaput tipis yang dibuat dari seluloid untuk tempat gambar negatif (yang akan dibuat potret) atau untuk tempat gambar positif (yang akan dimainkan di bioskop).
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan Persahabatan, cinta, impian, nasionalisme, itulah yang dapat diambil pelajaran dari sebuah film yang disutradarai oleh Rizal Mantovani berjudul “5 cm”, yang disadur langsung dari novel karya Donny Dhirgantara. Dalam cerita 5 cm, kita semua dapat menarik kesimpulan bahwa perjalanan ke puncak Mahameru sebenarnya adalah sebuah analogi dari perjalanan menuju mimpi, meskipun tidak jelas apa sebenarnya impian para anggota 5cm tersebut di film yaitu antara lain mendapat pacar, karier sukses, atau menikah dengan artis seksi Happy Salma? Bila puncak adalah mimpi, maka pendakian adalah proses menggapai impian dalam hidup.
Dalam kehidupan kita, seorang teman, sahabat merupakan bagian terpenting yang mewarnai perjuangan hidup ini. Semua orang, sepertinya tahu tentang arti persahabatan itu, walaupun tak semua merasakannya. Para pendahulu kita, orang tua misalnya, punya segudang cerita dan kenangan terkait hal yang satu ini. Dan bagaimana mereka menjadi lebih hidup, lebih bersemangat, karena orang-orang yang dicintai selalu saling mendukung, memberi motivasi dalam perjalanan hidup ini.
Saran
Guru atau pengajar diharapkan dapat menentukan media pembelajaran yang sesuai dalam kegiatan pembelajaran, supaya peserta didik tidak merasa bosan dan
penulis berharap semoga laporan ini bermanfaat bagi para pembaca.
DAFTAR PUSTAKA
https://lampung.tribunnews.com/amp/2019/11/09/download-film-5-cm-di-download-film-indonesia-terpopuler-video-streaming-5-cm-di-hp?page=3http://pengetahuandanpendidikan1.blogspot.com/2017/10/v-behaviorurldefaultvmlo.html?m=1
https://www.seputarpengetahuan.co.id/2017/10/pengertian-film-sejarah-fungsi-jenis-jenis-unsur.html
http://pascaunesa2011.blogspot.com/2012/01/film-sebagai-media-pembelajaran-bahasa.html
Mata Kuliah Menyimak Apresiatif dan Kreatif
MENYIMAK DAN ANALISIS FILM “ 5 CM”
NAMA MAHASISWA : HOTMARINGAN SITUMORANG
NIM : 2193111041
DOSEN PENGAMPU : Dr. Mohammad Joharis, M.Pd.
MATA KULIAH : MENYIMAK APRESIATIF dan KREATIF
JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FBS
PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang senantiasa memberikan berkat dan kesehatan bagi saya dan kita semua sehingga Laporan Mini Riset mata kuliah Menyimak Apresiatif dan Kreatif ini dapat diselesaikan dengan tepat waktu.Pada kesempatan ini saya sebagai penyusun Laporan Mini Riset mengucapkan terima kasih kepada :
Kedua orang tua saya yang selalu mendukung dalam menyelesaikan tugas ini
Bapak Dr. Mohammad Joharis, M.pd. sebagai dosen pengampu mata kuliah Menyimak Apresiatif dan Kreatif
Saya menyadari bahwa dalam penyusunan Laporan Mini Riset ini tidak terlepas dari kesalahan .Oleh sebab itu, saya sangat mengharapkan kritik dan saran demi menambah pengetahuan penulis dan kita semua.
Medan Mei 2020
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I. PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1
B. Tujuan Penelitian 1
C. Manfaat Penelitian 1
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 2
BAB III. METODE PELAKSANAAN 3
A. Waktu Penelitian 3
B. Subjek Penelitian 3
C. Teknik Analisis Data 3
BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4
A. Hasil 4
B. Pembahasan 6
BAB V. PENUTUP 7
A. Simpulan 7
B. Saran 7
DAFTAR PUSTAKA 8
BAB I
PENDAHULUAN
Latar BelakangMenurut Henry Guntur Tarigan (2008:2) menyatakan bahwa menyimak dan berbicara kita pelajari sebelum memasuki sekolah, sedangkan membaca dan menulis dipelajari di sekolah.
Menyimak sebagai keterampilan berbahasa yang pertama kali dikuasai seseorang mempunyai peranan penting sebagai awal dari keterampilan-keterampilan berbahasa yang lainnya. Pada saat seorang bayi belajar berbicara, dia menyimak bunyi-bunyi yang ia dengar, kemudian ia berusaha menirukannya walaupun belum mengerti makna bunyi-bunyi tersebut. Keterampilan menyimak berperan penting dalam mempelajari banyak hal, apalagi di dunia pendidikan. Setiap pelajaran di sekolah memerlukan keterampilan menyimak. Guru yang menyampaikan ilmunya melalui lisan dan siswa yang menyimak guru.
Dalam kegiatan menyimak harus memiliki media pembelajaran, agar kegiatan menyimak dan kegiatan pembelajaran menjadi lebih bervariasi.
Menurut Oemar Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat meningkatkan minat baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan membawa pengaruh psikologis terhadap siswa.
Dalam penelitian ini akan dibahas menyimak melalui sebuah film.
Film merupakan hasil cipta karya seni yang memiliki kelengkapan dari beberapa unsur seni untuk melengkapi kebutuhan yang sifatnya spiritual.
Tujuan Penelitian
Untuk mendapatkan hasil analisis tentang menyimak film yang berjudul 5 cm
Untuk menjelaskan hasil penelitian
Manfaat Penelitian
mengetahui hasil analisis tentang film “ 5 cm”
memahami isi dari film “5 cm”
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Dalam kegiatan menyimak harus memiliki media pembelajaran, agar kegiatan menyimak dan kegiatan pembelajaran menjadi lebih bervariasi. Menurut Oemar Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat meningkatkan minat baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan membawa pengaruh psikologis terhadap siswa. Media pembelajaran bisa berupa Audio, Visual, maupun Audio Visual.
Pengertian film
KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Pengertian film menurut KBBi adalah selaput tipis yang dibuat dari seluloid untuk tempat gambar negatif (yang akan dibuat potret) atau untuk tempat gambar positif (yang akan dimainkan di bioskop).
Fungsi Film
Seringkali film ditontoh untuk menjadi hiburan.Film nasional fungsinya sebagai media edukatif untuk sebagai pembinaan generasi muda dalam rangka nation and character building.
Jenis-jenis dari film adalah sebagai berikut:
Film Cerita
Film Berita
Film Dokumenter
Film Kartun
Unsur-unsur dari film adalah sebagai berikut:
Produser
Sutradara
Penulis Skenario
Penata Kamera (Kameramen)
Penata Artistik (Art Director)
Penata Musik
Editor
Pengisi dan penata suara
Pemeran (aktris dan aktor)
BAB III
METODE PELAKSANAAN
Waktu Pelaksanaan Kegiatan untuk menganalisis film yang berjudul 5 cm ini dilakukan pada tanggal 27 Mei 2020.
Subjek Penelitian
film yang berjudul 5 cm
Teknik analisis
Kegiatan ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif, yaitu dengan menganalisis data/film yang ada lalu akan dibentuk menjadi sebuah teori atau penjelasan.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
HasilIdentitas film “5 cm” :
Sutradara : Rizal Mantovani
Produser : Sunil Soraya
Penulis : Donny dirgantoro
Pemeran : Raline Shah sebagai Riani
Denny Sumargo sebagai Arial
Herjunot Ali sebagai zafran
Fedi Nuril sebagai Genta
Igor Saykoji sebagai lan
Pevita Pearce sebagai Dinda
Negara : Indonesia
Bahasa : Bahasa Indonesia
Sinopsis Film:
Genta (Fedi Nuril), Arial (Denny Sumargo), Zafran (Herjunot Ali), Riani (Raline Shah) dan Ian (Igor Saykoji) adalah lima remaja yang telah menjalin persahabatan sepuluh tahun lamanya. Mereka memiliki karakter yang berbeda-beda. Zafran yang puitis, sedikit "gila", apa adanya, idealis, agak narsis, dan memiliki bakat untuk menjadi orang terkenal. Riani yang merupakan gadis cerdas, cerewet, dan mempunyai ambisi untuk cita-citanya. Genta, pria yang tidak senang mementingkan dirinya sendiri sehingga memiliki jiwa pemimpin dan mampu membuat orang lain nyaman di sekitarnya. Arial, pria termacho di antara pemain lainnya, hobi berolah raga, paling taat aturan, namun paling canggung kenalan dengan wanita. Ian, dia memiliki badan yang paling subur dibandingkan teman-temannya, penggemar indomie dan bola, paling telat wisuda. Ada pula Dinda (Pevita Pearce) yang merupakan adik dari Arial, seorang mahasiswi cantik yang sebenarnya dicintai Zafran.
Suatu hari Genta sebagai leader memiliki ide untuk berpisah sementara selama 3 bulan, dan untuk merayakan reoninan pertemuan mereka kembali, petualangan dimulai. Mereka berlima merasa “jenuh” dengan persahabatan mereka dan akhirnya kelimanya memutuskan untuk berpisah, tidak saling berkomunikasi satu sama lain selama tiga bulan lamanya. Selama tiga bulan berpisah penuh kerinduan, banyak yang terjadi dalam kehidupan mereka berlima, sesuatu yang mengubah diri mereka masing-masing untuk lebih baik dalam menjalani kehidupan.
Setelah tiga bulan berselang mereka berlima pun bertemu kembali dan merayakan pertemuan mereka dengan sebuah perjalanan penuh impian dan tantangan. Mahameru sebagai puncak tertinggi gunung Semeru, puncak tertinggi pulau Jawa, menjadi tempat yang akan tak terlupakan sebagai petualangan mereka.
Wujud sikap persahabatan meraka semakin terasa dalam setiap detik pendakian menuju Mahameru. Beratnya medan dan minimnya pengalaman mereka, sangat membutuhkan sikap yang sebenarnya dari sebuah persahabatan. Mereka dituntut untuk tidak gengsi jika tak kuat melangkah lagi, dan sahabat yang lainnya akan mendekat, menolong, memeluk, seperti ketika Ariel merasa kedinginan yang hebat bagai tertusuk jarum. Seperti ketika Zafran kakinya terluka, semua terluka, Ian yang hampir mati terkena benturan runtuhan batu, semua terluka dan hampir putus asa.
Genta menyerahkan estafet leader kepada Zafran, untuk mencapai Mahameru. Dan Zafran mulai berorasi motivasi semangat dan puitis, “taruh puncak itu, dan kita semua di sini”, biarkan mimpi itu menggantung, sambil meletak jari telunjuk di depan kening dengan jarak 5 cm. Mimpi mencapai Mahameru semakin dekat, dan luar biasa bahagianya mencapai puncak gunung Semeru, Mahameru. Mencapai puncak sebagai simbol impian-impian mereka. Puncak dimana mereka sadar akan kekayaan negeri, Indonesia, dan memacu untuk menjaga dengan segenap kemampuan yang dimiliki. Puncak dimana mereka terkesima melihat “lukisan alam”, mereka merasa kecil dan bersyukur oleh ciptaan sang Pencipta yang Agung.
Tepat tanggal 17 Agustus, seperti di sebagian besar puncak gunung di Indonesia sering diadakan upacara bendera untuk memperingati hari kemerdekaan, mereka berikrar dan bersumpah sebagai anak negeri dan bangsa Indonesia. Mereka sadar bahwa mereka lahir dan besar makan dari tanah Indonesia, minum dari air Indonesia, hidup dari kekayaan alam Indonesia. Hingga akhirnya, Ian sadar dan membatalkan rencananya ingin meneruskan studi di Manchester, England dan memutuskan melanjutkan hidup bersama Indoensia. Dan sebenarnya, “perjalanan menuju Mahameru adalah perjalanan hati”, keyakinan yang kuat dan memandu menapaki hidup yang indah ini.
Pembahasan
lima remaja yang telah menjalin persahabatan sepuluh tahun lamanya. Mereka memiliki karakter yang berbeda-beda
Film ini menjunjung tinggi rasa saling tolong-menolong antara sesama yang dapat kita lihat disaat Ian pingsan tertimpa batu namun sahabat-sahabatnya tetap menolong Ian dan tidak meninggalkannya.Memperkenalkan kepada banyak masyarakat Indonesia akan keindahan dari gunung Semeru.
BAB V
PENUTUP
SimpulanKegiatan menyimak berperan penting dalam mempelajari banyak hal, apalagi di dunia pendidikan.
Dalam kegiatan menyimak harus memiliki media pembelajaran, agar kegiatan menyimak dan kegiatan pembelajaran menjadi lebih bervariasi. Media pembelajaran bisa berupa Audio, Visual, maupun Audio Visual.
KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Pengertian film menurut KBBi adalah selaput tipis yang dibuat dari seluloid untuk tempat gambar negatif (yang akan dibuat potret) atau untuk tempat gambar positif (yang akan dimainkan di bioskop).
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan Persahabatan, cinta, impian, nasionalisme, itulah yang dapat diambil pelajaran dari sebuah film yang disutradarai oleh Rizal Mantovani berjudul “5 cm”, yang disadur langsung dari novel karya Donny Dhirgantara. Dalam cerita 5 cm, kita semua dapat menarik kesimpulan bahwa perjalanan ke puncak Mahameru sebenarnya adalah sebuah analogi dari perjalanan menuju mimpi, meskipun tidak jelas apa sebenarnya impian para anggota 5cm tersebut di film yaitu antara lain mendapat pacar, karier sukses, atau menikah dengan artis seksi Happy Salma? Bila puncak adalah mimpi, maka pendakian adalah proses menggapai impian dalam hidup.
Dalam kehidupan kita, seorang teman, sahabat merupakan bagian terpenting yang mewarnai perjuangan hidup ini. Semua orang, sepertinya tahu tentang arti persahabatan itu, walaupun tak semua merasakannya. Para pendahulu kita, orang tua misalnya, punya segudang cerita dan kenangan terkait hal yang satu ini. Dan bagaimana mereka menjadi lebih hidup, lebih bersemangat, karena orang-orang yang dicintai selalu saling mendukung, memberi motivasi dalam perjalanan hidup ini.
Saran
Guru atau pengajar diharapkan dapat menentukan media pembelajaran yang sesuai dalam kegiatan pembelajaran, supaya peserta didik tidak merasa bosan dan
penulis berharap semoga laporan ini bermanfaat bagi para pembaca.
DAFTAR PUSTAKA
https://lampung.tribunnews.com/amp/2019/11/09/download-film-5-cm-di-download-film-indonesia-terpopuler-video-streaming-5-cm-di-hp?page=3http://pengetahuandanpendidikan1.blogspot.com/2017/10/v-behaviorurldefaultvmlo.html?m=1
https://www.seputarpengetahuan.co.id/2017/10/pengertian-film-sejarah-fungsi-jenis-jenis-unsur.html
http://pascaunesa2011.blogspot.com/2012/01/film-sebagai-media-pembelajaran-bahasa.html
Comments
Post a Comment